Sabtu, 12 Maret 2011

kau penting untukku....

Inilah kisah persahabatanku di masa SMA. kisah yang menurutku membawa kebahagiaan, aku sangat menyayanginya lebih dari apapun, tak ingin rasanya aku berpisah darinya. Dia selalu ada saat aku membutuhkannya. tak pernah sekali pun dia meninggalkanku. sosok yang selalu bisa membuatku tenang, dan selalu mengajarkanku apa arti persahabatan.


Aku bertemu dengannya saat kali pertama aku masuk di SMA, tapi kedekatan ku dengannya berjalan di kelas 2 SMA. tak pernah terfikir olehku mempunyai sahabat sepertinya. sahabat yang selalu mengerti apapun tentang diriku. Dia adalah sosok yang bisa mengerti aku lebih dari siapa pun. meski terkadang ia membuatku jengkel, marah, dan kecewa tapi aku tetap menyayanginya, lewat kekurangannya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti. kami selalu bersama, menjalani hari penuh canda tawa, menjalani hari penuh cerita. menjalani masa - masa remaja meskipun tak seindah remaja lain yang memiliki kekasih.

Teringat saat aku kebingungan dalam menentukan ekstrakurikuler yang akan dijalani. Dan akhirnya aku menetapkan pilihan pada ekskul tari. Sebenarnya aku tidak menguasai gerakan tari, tapi dialah yang menyemangatiku. Teringat saat kami menari di acara perpisahan, saat ia bercerita tentang lelaki pujaannya. Saat ia bercerita tentang perasaannya dan tentang penantiannya. Kami memiliki banyak kesamaan, begitu juga dalam percintaan. Kami saling berbagi satu sama lain, tak satupun yang di rahasiakan. Hal inilah yang selalu membuat kisah persahabatan kami menjadi bermakna.

Kini tibalah saatnya kami berpisah, tepatnya sebulan lagi. ingin aku mengulang kisah ini. tapi waktu tak bisa di putar ulang, bahkan sekedar dihentikan sedetik pun tak bisa. namun, di sisa waktu ini, aku merasa kecewa terhadapnya. Air mata tak terbendung, bukan karena perpisahan. Melainkan kenyataan pahit yang harus aku terima bahwa ia lebih memilih meninggalkanku demi persahabatan yang lain. awalnya aku merasa bahwa persahabatan kami sedang diuji, mungkin hanya sebentar. Tapi kenyataannya berbeda, ia bahkan lebih membelanya daripada aku. memang terkadang ia pernah menceritakan kekurangan sahabat barunya. Menceritakan tentang keegoisan sahabatnya itu, tapi tak pernah ia meninggalkannya.seperti ia meninggalkanku. perih memang, tapi itulah kenyataan yang harus aku terima. EGOKAH AKU TUHAN???

Selepas SMA aku berencana untuk meninggalkan kisah ini sejauh mungkin. Meninggalkan kepedihan yang ku rasakan, meninggalkan persahabatan indah yang dulu pernah ada. Aku akan pergi untuk menuntut ilmu, aku pergi bukan karena membencinya, tapi menurutku inilah cara terbaik untuk persahabatan kami. mungkin dengan aku pergi ia akan menyadari seberapa pentingnya ia untukku. dan mungkin ia juga akan menyadari seberapa pentingnya aku untukknya....MUNGKIN....
For You sahabatku...(G**a)

1 komentar: